Kelainan dan Penyakit yang Mempengaruhi Kehamilan

Kelainan Alat Kandungan dan Penyakit yang dapat Mempengaruhi Kehamilan

Penyakit-penyakit yang dapat Mempengaruhi Kehamilan

Penyakit-penyakit yang dapat Mempengaruhi Kehamilan

Kelainan pada alat kandungan

  • Kelainan bawaan rahim. Kelainan bawaan rahim dapat mengganggu kehamilan dan persalinan, karena dapat menyebabkan abortus, bayi lahir prematur, kelainan letak posisi janin, dan kelainan his (kontraksi). Kelainan bawaan rahim yang sering dijumpai adalah uterus unicornis, yaitu rahim yang hanya memiliki satu saluran indung telur.
  • Kelainan letak rahim.¬† Biasanya ditunjukkan dengan perut wanita yang menggantung. Perut gantung dijumpai pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari satu kali. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya kekuatan otot dinding perut yang akan mengakibatkan terjadinya lesalahan letak janin sehingga dapat menyulitkan proses persalinan. Untuk mengatasinya, ibu hamil dianjurkan untuk memakai gurita/ bengkung/ stagen/ ikat perut yang agak ketat dan kencang untuk menyokong perut dari bawah.
  • Kelainan bawaan pada vagina. Kelainan ini , bentuk vagina menjadi dua bagian karena dipisahkan oleh sekat yang memanjang ataupun melebar. Kelainan ini akan menyulitkan proses persalinan. Jika sekat yang memisahkan vagina hanya sebagian, sekat tersebut bisa dipotong. Akan tetapi, jika seluruh vagina dipisahkan oleh sekat tersebut, persalinan harus dilakukan dengan cara operasi.

Penyakit pada alat kandungan

Penyakit ini biasanya disebabkan karena faktor genetik maupun faktor lingkungan, seperti :

Tumor rahim (tumor kandungan/uterus), tumor rahim terdiri dari dua jenis, yaitu :

  • Myoma uteri (benjolan pada dinding rahim). Pada ibu hamil, myoma akan bertambah besar karena pengaruh hormone estrogen. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah yang akhirnya mengakibatkan terjadinya pendarahan. Persalinan dapat dilakukan secara normal atau operasi tergantung keadaan myoma tersebut.
  • Kanker rahim. Selama kehamilan, kanker rahim akan memperburuk kondisi ibu meupun janinnya. Untuk mengatasinya diperlukan penanganan oleh dokter ahli kanker.

Tumor indung telur (kista ovarium).

Indung telur merupakan tempat yang paling banyak ditumbuhi tumor. Tumornya berupa kistik, padat, kecil/besar, dan berpengaruh pada mekanisme kerja hormon. Tumor jenis ini bisa jinak atau ganas. Jika kondisi ibu hamil baik, dokter akan mempertahankan kehamilannya dengan cara melakukan tindakan pemeriksaan dan perawatan secara intensif. Sebaliknya jika kondisi ibu hamil dan janin buruk, beberapa dokter tidak akan mempertahankan kehamilannya untuk menyelamatkan kondisi ibu hamil.

 Varises

Varises pada waktu hamil sering terjadi pada vagina, vulva, tungkai dan sering menimbulkan wasir. Varises ini akan berkurang atau hilang setelah persalinan. Penyebab varises adalah faktor keturunan dan dirangsang oleh meningkatnya hormoneestrogen dan progesteron atau faktor lainnya.

Penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan

Penyakit jantung pada kehamilan, keluhan-keluhan yang sering muncul adalah :

  • Cepat merasa lelah
  • Jantung berdebar-debar,
  • Sesak nafas, kadang-kadang disertai kebiruan di sekitar mulut (sianosis)
  • Bengkak pada tungkai atau terasa berat pada kehamilan muda.

Untuk mengatasinya, lakukan perawatan yang ketat selama kehamilan, persalinan dan setelah melahirkan. Persalinan hendaknya dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) pada kehamilan

  • Tekanan darah tinggi esensial. Tekanan darah tinggi ini disebabkan faktor keturunan, lingkungan, dan emosi yang labil. Biasanya, pada kehamilan lebih dari 30 minggu, sekitar 30% ibu hamil akan mengalami kenaikan tekanan darah, tetapi tanpa menunjukkan gejala. Selain itu sekitar 20% ibu hamil mengalami kenaikan tekanan darah, yang disertai dengan keruhnya air seni (air seni mengandung protein) dan edema (bengkak). Kenaikan tekanan darah ini dapat disertai dengan keluhan sakit kepala, nyeri ulu hati (epigastrium), mual, muntah dan gangguan penglihatan.
  • Tekanan darah tinggi karena penyakit ginjal

Hal ini disebabkan karena adanya peradangan-peradangan pada beberapa bagian ginjal yang akut atau kronis. Untuk mengatasinya, ibu hamil dianjurkan untuk istirahat yang cukup, dapat mengendalikan emosi dan jangan bekerja terlalu berat. Konsumsi makanan yang tinggi protein, rendah hidrat arang, rendah lemak, dan rendah garam.

Penyakit Paru-paru pada kehamilan.

Pada umumnya penyakit paru-paru tidak mempengaruhi kehamilan, persalinan dan setelah persalinan,kecuali jika penyakit semakin parah sampai menimbulkan sesak nafas. Jika terjadi hal demikian perlu perawatan secara intensif, karena akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan janin.

  • TBC paru-paru.¬† TBC paru-paru jarang diturunkan ibu hamil kepada anaknya, namun jika bayi telah lahir,ibu hamil yang mengidap TBC paru-paru aktif perlu diisolasi. Bayi harus segera diberi vaksin BCG dan dipisahkan selama 6-8 minggu.
  • Asma Bronchial. ASma bronchial merupakan penyakit keturunan. Selama kehamilan, penyakit ini bisa berkurang atau bertambah. Untuk menghindari bertambah parahnya penyakit, hindari kemungkinan terjadinya infeksi pernafasan dan upayakan tekanan emosi tetap stabil.
  • Radang paru-paru. Penyakit ini perlu diketahui dan diobati sedini mungkin karena kondisi penyakit yang berat dapat membahayakan jiwa ibu hamil dan janinnya serta menyulitkan proses persalinan.

Penyakit darah pada kehamilan

  • Anemia
  • Hipo dan afibrinogenemia
  • Iso-imunisasi

Penyakit saluran pencernaan pada kehamilan

  • Mulut (hipersalivasi),Gingivitis dan epulis, Caries gigi
  • Perosis
  • gastritis

Penyakit hati pada kehamilan. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A atau B

Penyakit infeksi pada kehamilan

  • Infeksi virus (rubella, sitomegalovirus, herpes virus hominus)
  • Infeksi oleh penyakit kelamin (syphilis, gonorrhea,trichomoniasis vaginalis, candidiasis, condylomata acuminate, herpes genitalis, HIV dan AIDS)
  • Infeksi bakteri (typhus abdominalis, kolera, infeksi ginjal dan saluran kemih.
  • Infeksi protozoa (malaria, toksoplasmosis)

Penyakit endokrin pada kehamilan

  • Kelainan kelenjar pankreas
  • Kelainan kelenjar tiroid
  • Morbus basedowi (hipertiroidismus)
  • Mixedema (hipotiroidismus)

Penyakit saraf pada kehamilan

Penyakit kulit pada kehamilan

  • Pruritus kehamilan (prurigo gestationis)
  • Alopesia (botak karena hamil)