Perkembangan Anak Usia 1 tahun

Perkembangan Anak Usia 1 tahun

Di usia 1 tahun, anak bunda sudah bisa apa saja ? mungkin bunda sering mendapatkan pertanyaan seperti itu, anak saya sudah bisa jalan, sudah bisa memegang benda-benda kecil di jari tangannya, naik tangga dan lain sebagainya. Pada umumnya perkembangan anak usia 1 tahun ditandai dengan semakin menguatnya otot-otot tubuh dan koordinasi yang semakin sempurna. Perkembangan anak usia 1 tahun :

Sudah bisa berjalan.

Kemampuan anak untuk bisa jalan masing-masing anak berbeda, ada yang pada usia 10 bulan sudah bisa jalan adapula yang baru bisa jalan di usia 12 hingga 14 bulan. Setelah berlatih melalui kegiatan merangkak dan merambat selama berbulan-bulan, koordinasi dan keseimbangan yang dibangun semakin kuat sehingga pelan-pelan si kecil mulai berani melangkahkan kaki. Jika kadang-kadang si kecil merangkak kembali, bukan karena ia takut jatuh tapi ia hanya belum menemukan keseimbangannya, dan merangkak adalah keputusan agar ia bergerak lebih efisien.

Yang perlu dihindari jika si kecil mulai berlatih berjalan :

  • Memakai kaos kaki di dalam rumah. Anak akan mudah terpeleset karena licin, untuk itu sebaiknya biarkan kaki anak tanpa alas saat ia belajar berjalan.
  • Memakai sepatu. Di awal belajar berjalan, indera peraba di kaki sangat diperlukan. Dengan kaki terbuka si kecil leluasa mencari keseimbangan.

                Tips memilih sepatu untuk si 1 tahun :

  • Bersol karet yang tidak mudah tembus benda tajam
  • Bersol anti selip agar anak tak mudah tergelincir
  • Ukuran sesuai kaki. Sehingga leluasa bergerak di dalam sepatu. Saat anda menekan ujung sepatu, ada ruang antara ujung jari kaki anak dengan sepatu
  • Tidak membuat kaki mudah lecet.

    Tahapan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

    Tahapan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

Si kecil dapat meraih benda-benda dengan satu tangan, memainkan benda dan memindahkan dari satu tangan ke tangan satunya. Ia bahkan sudah paham untuk mengambil benda bisa dilakukan dengan dua jari, ibu jari dan telunjuk, yaitu dengan menjumput. Dengan tangannya, si kecil bisa mengambil benda apa saja yang menarik perhatiaannya, anak dapat makan, menyisir rambut, membasahi tubuhnya dengan air dan menggosok badannya dengan sabun serta mengenakan sendiri pakaiannya. Yang perlu anda waspadai adalah jauhkanlah si kecil dari benda-benda kecil yang mungkin dapat dimasukkan ke mulutnya atau benda-benda yang dapat melukainya serta benda-benda berbahaya lainnya.

Dengan kemampuan motorik yang semakin baik, si 1 tahun mancari tantangan untuk memenuhi kebutuhannya bereksplorasi. Si kecil senang sekali naik-turun tangga bahkan anak mulai memanjat untuk mengambil benda-benda di tempat yang lebih tinggi.

Tips tangga aman buat si kecil :

  • Pastikan tangga tidak ada yang rusak
  • Karpet di setiap ujung anak tangga rata dan tidak berkerut
  • Sebelah kanan-kiri tangga tidak ada celah yang memungkinkan si kecil lolos.
  • Pasang pintu di setiap ujung tangga bawah dan atas.

Daya ingatnya semakin kuat sehingga ia mampu menunjuk benda-benda yang anda sebutkan lewat buku bergambar.

Yang perlu diperhatikan saat membaca buku :

  • Bacakan buku beberapa menit atau selama ia berminat. Bila isi bacaan adalah pengalaman sehari-hari, si 1 tahun lebih perhatian.
  • Jika si kecil tidak berminat pada buku, tetap coba mengenalkan tanpa memaksa.
  • Waktu yang tepat untuk membaca buku adalah saat menjelang tidur siang/ malam dan ketika menunggu antrean, hal tersebut untuk mengurangi rasa bosan pada anak.

Tips agar anak tertarik membaca buku :

  • Gugah minat anak melalui gambar pada cover, bacakan judul dan pengarangnya. Tanyakan “Buku ini bercerita apa ya?”
  • Izinkan si kecil memegang buku dan membuka-buka halamannya sementara bunda membacakannya.
  • Dorong anak menunjuk gambar-gambar dan mengatakannya.
  • Tunjuk gambar atau tulisan saat bunda membacakannya.

Mulai mengucapkan kata-kata

Ketrampilan bicara anak pada usia 1 tahun adalah :

  • Berbicara holophrastic. Yaitu menggunakan satu kata untuk menyampaikan seluruh isi pikirannya. Misalnya, kata “mimik” untuk minta susu dan tidur.
  • Bicara telegraphic, yaitu mengucapkan dua kata yang bermakna seluruh isi pikirannya, misalnya, “Ayah dada…” yang dimaksud adalah “Ayah pergi.”
  • Dapat mengikuti perintah pendek : “Bunda minta sendok.”
  • Saat bertanya, ia menunjuk benda atau orang yang ingin diketahuinya.
  • Dapat menunjuk tiga bagian tubuh, misalnya hidung, mata, telinga.
  • Menanggapi pertanyaan sederhana dengan jawaban “ya” atau “tidak” dengan mengangguk dan menggeleng.
  • Paham 5-50 kata
  • Menggunakan gerak tubuh seperti menunjuk dan menarik untuk minta perhatian.
  • Menikmati lagu-lagu
  • Mendengarkan dengan seksama suara orang yang sedang ngobrol.

Beberapa bulan kemudian perbendaraan kata anak semakin meningkat, peningkatan bicara sangat tergantung faktor lingkungan dan bawaan. Berikut cara merangsang anak agar cepat berbicara :

  • Sesering mungkin bicara dengan anak. Pada saat anak bicara, ia akan mengeluarkan kata-kata yang direkamnya dari ruang memorinya dengan mudah.
  • Pandang wajah anak ketika bicara, agar ia melihat cara anda mengucap kata, berekspresi dan melakukan gerak tubuh.
  • Tunjukkan maksud anda dengan menyesuaikan yang anda katakan dengan yang anda lakukan. Misalnya, saat melepas baju anak, ucapkan, “Buka baju. Lepas!.
  • Tunjukkan perasaan anda dengan menyelaraskan apa yang anda katakan dengan ekspresi wajah anda. Misalnya, anda memeluk anak sambil berkata, “Anak Bunda yang pintar”.
  • Bantu anak memahami isi pembicaraan anda, tidak masalah apakah ia sunguh-sungguh paham atau tidak, misalnya, saat anda meletakkan makanan di atas piringnya, katakan “Ini camilanmu. Boleh dimakan sekarang.”

Si 1 tahun sudah mulai bisa mengenal diri sendiri

  • Mengenal diri lewat foto atau cermin, tersenyum dan mengubah-ubah mimik wajah di depan cermin.
  • Menunjukkan perasaannya terhadap orang tuanya dan orang lain yang dikenalnya dengan baik.
  • Bermain sendiri dan mengenali mainannya sendiri
  • Bangga dan senang dengan kepandaiannya yang baru.
  • Meniru perilaku orang tua saat bermain.
  • Menunjukkan diri melalui sikap asertif dan mengatur orang lain
  • Mulai suka menolong, misalnya membawakan barang.

Tips membantu anak mengenal diri

  • Pasanglah cermin hingga anak dapat bercermin melihat seluruh tubuhnya
  • Bercermin berdua bersama anak, tanyakan mana mata, hidung, telinga, kaki dan sebagainya.
  • Sering mengobrol dengan anak dan saling tatap wajah.
  • Bermain ciluk baa tau permainan wajah yang menyenangkan, misalnya mengenakan kerudung, menempeli wajah dengan stiker sambil bercermin, dan lain sebagainya.

Takut pada orang asing

Pada umumnya pada bayi usia 7-9 bulan sudah mulai takut pada orang lain. Takut pada orang lain ini merupakan bagian dari perkembangan kognitif anak. Pada usia ini anak sudah mencapai tahap perkembagan berpikir ketika ia membedakan orang yang paling dekat dengannya, orang yang sudah dikenalnya dan orang yang baru atau belum dikenalnya.

                Tips mengurangi rasa takut pada anak :

  • Dorong anak bergaul dengan teman sebaya dan berkenalan dengan orang dewasa yang ada di sekitar rumah.
  • Ajak si kecil jalan-jalan ketempat ramai seperti mall, pasar swalayan atau pasar tradisional.
  • Perkenalkan anak pada tamu yang bertandang ke rumah.
  • Ajak anak mengunjungi family atau teman
  • Jangan paksa anak berinteraksi dengan orang dewasa bila anak tidak mau.
  • Gendong anak dan peluk anak saat ia berkenalan dengan keluarga atau orang lain yang belum ia kenal.
  • Jelaskan ketakutan anak pada saudara, kakek-nenek, bahwa anak anda tidak suka bila disapa secara bertubi-tubi. Mintalah waktu agar anak anda mengenali lebih dahulu dengan cara memandang.
  • Percaya pada anak, bila si kecil merasa tidak berkenan pada orang tertentu sampai menjerit,ia sungguh-sungguh takut dan merasa tidak aman. Pikirkan apakah orang yang ditakutinya adalah orang yang harus dikenal anak? Bila tidak, izinkan si kecil untuk tidak mengenalnya.

 Si 1 tahun sering berkata “tidak”

Ia sulit berkompromi dan kerja sama. Disuruh mandi, makan dan tidur biasanya susah. Penolakan ini sebenarnya tidak berarti anak sungguh-sungguh menolak, melainkan, “Aku mau melakukan sendiri “ atau “Aku mau asalkan dengan caraku.”

Beberapa contoh kalimat di bawah ini bisa dicoba digunakan agar si kecil menjadi tidak melakukan penolakan :

  • Ubah tuntutan jadi pilihan. Misalnya, “Adik mau mandi pancuran atau mandi di bak? “
  • Berikan batasan, sampai kapan anak boleh mengatakan “tidak”. Misalnnya, anak rewel antara minum susu dam membantah. Siapkan susu dan beri batasan bahwa sebelum tidur, susu itu harus diminum.
  • Tidak menuntut segera. Bila anda ingin anak mengenakan pakaian yang pantas pada pesta ulang tahun misalnya, jangan katakan itu beberapa menit sebelum pergi. Keluarkan pakaian itu sehari sebelum pesta ulang tahun. Jelaskan betapa baju itu sangat bagus untuk dipakai besok malam.
  • Hindari memakai kalimat Tanya, : “Adik mau makan nggak?” tapi gunakan kalimat “Sekarang waktunya makan siang. Mau makan di mana? Di meja makanmu atau di meja yang tinggi?”

 Takut berpisah dengan orang-orang terdekatnya.

Takut berpisah berkaitan dengan tahap perkembangan yang disebut “objek permanen”. Benda atau orang di hadapan anak, tiba-tiba tidak ada dan anak tersebut bisa mengingat benda atau orang tersebut, sementara ia belum paham bahwa orang tersebut akan muncul kembali. Ia pikir anda tidak akan muncul kembali. Bagaimana cara mengantisipasinya?, berikut contoh agar anak lama kelamaan bisa ditinggal :

  • Ciptakan ritual “selamat tinggal”, biasanya bagi bunda yang bekerja. Setiap hari jalankan rutinitas mengantar keberangkatan bunda bekerja dan ucapkan, “Sampai jumpa nanti sore setelah makan,” sambil memeluk dan mencium anak. Ritual ini membekas dalam ingatan anak bahwa anda selalu kembali padanya setelah seharian tidak tampak.
  • Tepati janji. Bila anda mengatakan,”Tunggu, bunda mau mandi dulu. Tidak lama “ Buktikan janji anda! Mengingkari janji dengan bunda lebih lama di kamar mandi misalnya membersikan kamar mandi atau menggosok bak mandi, anak merasa dibohongi sehingga ia semakin sulit berpisah dari anda.
  • Percaya diri. Bila anak berteriak saat ditinggal, yakinlah bahwa pengasuh dapat menanganinya dengan baik. Si kecil harus belajar bahwa berpisah memang tidak menyenangkan. Belajar mengatasi perasaan juga bagian dari tugas perkembangan yang harus dijalani anak.

Tahapan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

Tahapan perkembangan anak usia 0-1 tahun

Perkembangan fisik motorik anak usia 0-1 tahun

Perkembangan fisik motorik anak usia 0-1 tahun

Bunda, dalam perkembangannya anak usia 1 tahun sangatlah cepat. Dari hari ke hari selalu ada kemajuan ketrampilan yang ditunjukkan anak pada rentang usia ini. Tahapan perkembangan anak usia 0-1 tahun meliputi gerakan, koordinasi mata-tangan, kemampuan bahasa, proses belajar serta perkembangan sosial emosional, menunjukkan tingkat kemajuan yang berbeda pada setiap tahapannya.

Berikut tahapan perkembangan anak usia 0-1 tahun :

Usia : bayi lahir-3 bulan

Gerakan :

  • Refleks menghisap dan menelan
  •  Belajar mengangkat kepala.
  • Menggerakkan tangan secara acak
  • Bereaksi terhadap suara atau bunyi
  • Melihat ke muka rang dengan tersenyum

Koordinasi mata-tangan:

  • Belajar mengikuti objek dengan matanya
  • Memasukkan tangan ke mulut sebagai pertanda lapar
  •  Menahan barang yang dipegangnya.

Belajar bahasa :

  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

Proses Belajar

  •  Menyusu ASI atau susu formula.

Sosial-emosional

  •  Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak fisik.

 Usia : 3-6 bulan

Gerakan :

  • Mampu menelan sempurna
  • Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan
  •  Mulai mencoba duduk dengan bantuan
  •  Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.

Koordinasi mata-tangan:

  • Koordinasi mulut-tangan sudah terarah, mulai menaruh benda-benda di mulutnya.

Belajar bahasa :

  • Mulai dapat tertawa dan menjerit

Proses belajar :

  • Menyusu ASI (eksklusif) atau formula.
  • Mulai belajar meraih benda-benda yang ada di dalam dan di luar jangkauannya

Sosial-emosional :

-          Mulai dapat bereaksi terhadap orang lain, seperti menengok bila dipanggil dan gembira bila diajak bermain.

Usia : 6-9 bulan

Gerakan :

  • Mulai dapat mengunyah makanan, sambil menggerakkan rahang
  • Dapat duduk tanpa dibantu.
  • Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.
  • Dapat merangkak.
  • Senang jika diberdirikan
  • Dapat menggeser badan ke depan (maju) dan kebelakang (mundur)
  • Bermain dengan kakinya.

Koordinasi mata-tangan:

  • Dapat memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain.
  • Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Menarik-narik rambut dan telinga
  • Mengambil benda-benda kecil
  • Mendorong benda-benda yang tidak disukai.

Belajar bahasa :

  • Mengeluarkan kata-kata tanpa arti
  • Berteriak memanggil orang lain

Proses belajar :

  • Mulai diperkenalkan makanan cair-lunak sebagai tambahan dari ASI/ susu formula.
  • Anak dapat mulai makan/minum sendiri dengan piring/ cangkir kecil.
  • Tingkatkan tekstur makanan dari cair-lunak secara bertahap.

Sosial-emosional :

  • Mulai mengenal muka anggota keluarga dan takut terhadap orang orang lain/ asing
  • Mulai dapat diajak bermain bertepuk tangan dan sembunyi-sembunyian.

Usia 9-12 bulan

Gerakan :

  • Mulai dapat bediri dengan bantuan hingga berdiri tanpa bantuan.
  • Dapat berjalan dengan dituntun.
  • Dapat duduk sendiri dan berputar-putar.
  • Merangkak dengan baik.

Koordinasi mata-tangan:

  • Sudah dapat memegang sendok dan mengarahkan ke mulut
  • Memakai kedua tangannya bersama-sama untuk fungsi yang berbeda, seperti memegang benda dengan tangan kiri dan mengangkat badan dengan tangan kiri.
  • Mengambil benda, mengisap jempol dan memasukkn makanan dengan tangannya.

Belajar bahasa :

  • Mengerti beberapa kata dan bereaksi bila diperintah.
  • Sudah dapat mengatakan “ma ma dan, pa pa” dan beberapa kata.
  • Mengerti lebih banyak kata daripada mengucapkannya
  • Menirukan suara
  • Mengulang bunyi yang didengarnya.

Proses belajar :

  • Sudah mulai makan makanan padat
  • Makanan berupa potongan-potongan kecil yang lunak (finger food)
  • Makan sendiri menggunakan sendok dan piring kecil sambil bermain

Sosial-emosional :

  • Berpartisipasi dalam permainan
  • Mulai merasa asing dengan orang-orang yang baru dikenal.