Proses Pembentukan dan Perkembangan Otak Janin

Proses Pembentukan  dan Perkembangan Otak Janin

Tahukah bunda jika sel-sel otak pada janin terbentuk selama ia berada di kandungan, dan setelah lahir otak bayi berkembang. Stimulasi dini pada awal kehidupannya sangat penting dalam perkembangan otak anak. Otak mempunyai peran yang sangat vital dan berhubungan langsung dengan kecerdasan anak. Cikal bakal pembentukan otak dan proses tumbuh kembang bayi dimulai sejak masa awal kehamilan.

Memaksimalkan Perkembangan Otak Bayi

Memaksimalkan Perkembangan Otak Bayi

Berikut proses pembentukan dan perkembangan otak janin di dalam rahim :

Minggu ke-2

Zigot pada fase ini sudah dapat disebut embrio karena telah mempunyai bagian mirip kepala, badan, dan ekor. Sekitar hari ke-16, melalui dua kali proses pelipatan ke dalam dengan posisi memanjang, lapisan ektoderm di tengah tubuh embrio berkembang membentuk neural plate (lempeng saraf). Lalu berkembang lagi menjadi neural grove (lekukan saraf).

 Minggu ke-3

Sekitar hari ke-22, lekukan saraf menyatu pada tepi-tepinya. Lalu membentuk neural tube (tabung saraf). Cikal bakal otak berasal dari bagian depan tabung saraf. Jaringan saraf tulang belakang berasal dari bagian lain tabung saraf. Lalu sistem saraf tepi, berasal dari neural crest cell (puncak sel-sel saraf).

 Minggu ke-5

Mulai terlihat cikal bakal otak besar pada ujung tabung saraf. Kemudian berlanjut dengan pembentukan serebelum (otak kecil), batang otak, dan bagian-bagian lain dari otak.

 Minggu ke-7

Bagian-bagian otak yang telah terbentuk, akan berkembang menjadi komponen-komponen yang lebih detail. Kelak akan berperan khusus di dalam otak.

 Minggu ke-10

Otak dan sistem saraf tulang belakang, telah terbentuk pada emrio. Emrio pun dengan cepat berkembang, berlipat ganda dan tumbuh membesar. Neuron-neuron pada bagian otak lalu “bermigrasi” menuju tempat-tempat tertentu di sekitar otak. Bahkan ada yang sampai ke lapisan otak paling luar. Dalam perjalanannya mereka merayap dan menempel pada sel-sel glia. Pada lokasi-lokasi yang menjadi tujuannya, neuron-neuron itu bertemu dan bergabung dengan neuron-neuron lain. Mereka membentuk “kampung-kampung” neuron dengan tugas-tugas khusus. Ada “kampong” neuron sistem pengecap, sistem pendengaran, sisten visual, dan lain-lain.

 Minggu ke-16

Embrio kini berganti nama menjadi janin dengan bagian-bagian yang telah terlihat lebih sempurna. Lapisan-lapisan otak janin telah menyerupai otak orang dewasa. Neuron kini telah dilapisi oleh myelin (selubung saraf). Myelin inilah yang memudahkan penyampaian pesan dari dan menuju otak. Karenanya pada sekitar minggu ke-16, elemen-elemen sistem saraf dan oto-ototnya mulai berfungsi menyalurkan “pesan” atau “perintah”.

 Minggu ke-20

Otak janin terus tumbuh dan berkembang. Berat otak janin sudah mencapai sekitar 100 gram

 Minggu ke-26

Sel-sel otak janin terus menyempurnakan diri.

Minggu ke-28 hingga bulan Sembilan

Pada fase ini, otak janin terus bertumbuh dan berkembang. Bagian-bagian otak telah dihuni berjuta-juta sel-sel saraf. Myelin juga terus diproduksi dalam rangka mempercepat penyampaian pesan. Sampai menjelang kelahiran, di bagian otak besar secara bertahap terbentuk lekukan-lekukan (sulkus) dan tonjolan-tonjolan (girus). Jika lekukan dan tonjolan itu banyak, akan sangat berarti bagi tingkat kecerdasan bayi.

Tahap-tahap proses perkembangan otak janin

  1. Tahap penambahan sel (poliferasi). Sel saraf (neuron) pada permulaan bentuknya masih sederhana, kemudian mengalami pembelahan menjadi banyak. Proses ini disebut proliferasi. Proses proliferasi ini berlangsung selama kehamilan 4-24 minggu dan selesai pada waktu bayi lahir.
  2. Tahap perpindahan sel (migrasi). Sel saraf akan bermigrasi ke tempat yang semestinya. Proses migrasi berlangsung sejak kehamilan kira-kira 16 minggu hingga akhir bulan ke-6. Proses migrasi ini terjadi secara bergelombang. Sel saraf yang bermigrasi awal akan menempati lapisan dalam. Sedangkan, yang bermigrasi belakangan menempati lapisan luar cortex cerebri (kulit otak).
  3. Tahap perubahan sel (diferensiasi). Pada akhir bulan ke-6, lempeng korteks sudah memiliki komponen sel neuron yang lengkap. Selain itu, juga sudah tampak adanya diferensiasi menjadi 6 lapis seperti orang dewasa. Di tempat yang semestinya, sel saraf mengalami proses diferensiasi (perubahan bentuk, komposisi, dan fungsi). Sel saraf berubah menjadi sel neuron dengan cabang-cabangnya, disertai terbentuknya sel penunjang (sel glia). Sel glia inilah yang turut berperan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tahap pembentukan sambungan antarneuron (sinaps). Tahap ini berlangsung sejak otak janin memiliki lapisan-lapisan otak mirip orang dewasa, yakni sekitar minggu ke-16 kehamilan sampai menjelang kelahiran. Tahapan ini akan terus berlangsung sepanjang hayatnya. Janin yang menendang-nendang di sekitar perut akibat adanya gerakan ibu. Hal ini menandakan telah terjalinnya sambungan antarneuron (sinaps) pada otak janin. Gerakan ibu dan respons janin yang menendang-nendang bisa jadi merupakan bentuk komunikasi paling awal antara ibu dan janin. Indikasi lain, janin pun mampu merespons ketika diberi sentuhan di sekitar perut. Selain itu, pola tidur dan bangun janin pun mulai menetap. Namun jumlah sambungan antarsel saraf (sinapsis) pada otak janin, masih sangat terbatas. Setelah kelahiran, proses pembentukan sinapsis ini akan terus berlanjut.
  5. Tahap pembentukan selubung saraf (myelinasi). Mengiringi proses pembentukan sinaps, berlangsung pula proses pembentukan myelin, yang disebut myelinisasi. Myelin dibentuk oleh sel glia (interneuron), yakni sel yang tidak mempunyai badan sel. Jumlah sel glia di dalam otak sekitar sepuluh kali lipat dari jumlah neuron. Myelin sendiri berperan mengangkut makanan ke sel-sel otak sehingga mempermudah proses penyampaian pesan ke otak.