Zat Berbahaya yang Tidak Boleh Ada pada Makanan Balita

Zat Berbahaya yang Tidak Boleh Ada pada Makanan Balita

Zat Berbahaya yang Tidak Boleh Ada pada Makanan Balita

Zat Berbahaya yang Tidak Boleh Ada pada Makanan Balita

Zat berbahaya yang tidak boleh ada pada makanan balita antara lain :

  • Formalin : merupakan zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan kanker
  • Boraks : zat berbahaya yang dapat menyebabkan alergi kulit, mual-mual, muntah, diare, dan kerusakan ginjal
  • Rhodamin B : Sejenis bahan pewarna yang dapat kanker, serta menimbulkan keracunan pada paru-paru, usus, hidung, tenggorokan, dan mata.
  • Sakarin dan aspartame : sejenis pemanis buatan yang diduga penyebab kanker kandung kemih, tumor otak, dan gangguan saraf.
  • Pewarna kimia atau zat warna sintesis : zat berbahaya yang banyak terdapat pada produk sirup dan kue. Dapat menimbulkan alergi dan kanker hati.
  • Styrene : berasal dari kemasan berbahaya Styrofoam. Bila tanpa sengaja terkonsumsi oleh anak, dikhawatirkan membuatnya menjadi pasif. Akibatnya anak kehilangan kreativitas. Jika menumpuk dalam tubuh dapat menyerang sistem saraf.
  • Timbal (Pb) : dapat menyebabkan kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan sistem saraf pusat, gangguan libido, kemandulan pada pria dan keguguran
  • Merkuri : dapat menimbulkan gangguan kulitdan gangguan saraf.
  • Dioxin : yaitu sejenis zat yang terkandung dalam plastik. Dapat menyebabkan kanker, jerawat batu, merusak sel  hati dan pigmen darah, penurunan jumlah sel sperma, kanker prostat, dan kanker payudara.
  • Peptisida : zat berbahaya yang  dapat mengganggu mekanisme kerja impuls-impuls pada system saraf (rangsang saraf)
  • Monosodium Glutamat (MSG) adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamate, suatu asam amino yang terdapat pada semua jenis protein. Manfaatnya sebagai penyedap rasa.  Berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat batas aman MSG yang bisa dikonsumsi adalah di bawah dua gram. Jika lebih, dapat menimbulkan alergi.

Makanan yang Perlu Dihindari pada Bayi

Bunda sebaiknya jangan memberikan dulu makanan yang mengandung gluten hingga bayi berusia 6 bulan. Pada bayi, zat itu bisa memicu reaksi alergi termasuk gangguan gastrointestinal . makanan yang perlu dihindari pada bayi tersebut antara lain :

  • Barley (sejenis gandum untuk bahan baku bir)
  • Bran (dedak padi)
  • Farina (tepung gandum halus)
  • Oatmeal (bubur avermout)
  • Rye (sejenis gandum untuk bahan baku wiski)
  • Semolina (tepung gandum kasar)
  • Gandum

 Hingga usia 1 tahun, makanan yang perlu dihindari yang bisa memicu reaksi alergi dan penyakit , antara lain :

  • Putih telur
  • Kacang-kacangan
  • Kerang-kerangan
  • Buah dan jus sitrus
  • Buah beri (strowberi, raspberi, arbei)
  • Tomat
  • Air susu sapi

Hingga 1 tahun, makanan yang perlu dihindari yang sulit dicerna :

  • Mentimun
  • Bawang
  • Kubis/ kol
  • Kembang kol